Kami mencoba untuk menghimpun berbagai informasi yang memperkaya konten website ini. Mulai dari yang bersifat administratif, dokumentasi kegiatan, artikel hingga segala aktivitas di lingkungan SIT AR RAHMAN. 

Friday, 06 December 2019 10:12

Hari Guru Nasional

Jakarta ( Senin, 25 November 2019 ), Sit Ar Rahman melaksankan Upacara bersama dari TK , SD, dan SMP. dalam memperingati hari guru Nasional pada upacara itu yang bertugas sebagai petugas upacara adalah guru SD dan SMP, dan para siswa ikut serta sebagai peserta upacara, pelaksanaan upacara itu berlangsung sangat khitmat. 

 

dan pada waktu bersamaan ada beberapa guru yang dapat apresiasi sebagai guru terbaik dari Yayasan.

 

Friday, 06 December 2019 09:28

Mukhoyam Citra Alam Riferside Bogor

Jakarta, (24 dan 25 Oktober 2019)

 

SDIT Ar Rahman Mengadakan kegiatan tahunan yaitu mukhoyam yang setiap tahunnya diikuti oleh kelas tinggi yaitu kelas 4 dan kelas 5, jumlah peserta 159 siswa yang turut dalam kegiatan ini. dan terbagi menjadi 19 regu terdiri dari 10 regu Perempuan, 9 regu laki - laki.  Dalam kegiatan ini didampingi sebanyak 25 guru  dan Farhaj,S.Pd. dan Heni Lia Retunintias,S.Pd. ditunjuk sebagai PJ atau Penanggung Jawab Kegiatan.

 

Dalam acara ini terdapat beberapa kegiatan :

1. Lomba

2. Lomba - lomba kepramukaan

    - simapor              

    - Sandi 

    - Morse

    - Pengetahuan Tentang Kepramukaan

3. Funcooking dan Berenang dengan secara bergantian antar siswa laki - laki dan perempuan

4. Api Unggun dan melakukan Upacara Api Unggun di malam Jum'at dan dilanjutkan dengan Pentas seni yel yel  yang dibuat oleh tiap regu

5. QiyamulYail dilakukan setelah upacara api unggun

6.  Setelah jum'at pagi semua siswa dan pendamping melakukan senam pagi dan sarapan bersama

8. OUTBOND

9. Upacara Penutup Serta pembagian hadiah dan foto bersama

 

Menurut Farhah,S.Pd

" Ahamdulilah kegiatan mukhoyam 2019 berjalan dengan lancar, anak - anak belajar untuk menjadi insan yang mandiri, terampil dan bertanggungjawab.

 

 

 

Friday, 06 December 2019 09:17

Field Trip Kampoeng Horta

Hari Senin, 28 Oktober 2019 ( Kelas 1 dan 2), Hari Rabu, 30 Oktober 2019 ( Kelas 3).

Kegiatan Field Trip 28- 30 Oktober 2019. SDIT AR RAHMAN Jakarta mengadakan kegiatan Field Trip di antara kegiatannya yaitu:

No

Kegiatan Kelas 1

Kegiatankelas 2

Kegiatankelas 3

1

Membuat boneka horta

Membuat boneka horta

Membuat boneka horta

2

Membuat telur asin

terarium

Membatik

3

Melukis caping

Fun game dan haling rintang

Melukis caping

4

Bermain dengan kelinci

Melukis caping

Membuat layang layang

 

Field trip merupakan kegiatan keluar dari lingkungan sekolah selama satu hari atau lebih. Tujuan utama dari diadakannya kegiatan ini sebenarnya untuk menghindari murid dari rasa bosan belajar di kelas dan mengajak murid untuk refreshing sejenak dari kegiatan sekolah. Field trip tidak hanya sekedar bersenang-senang, tetapi juga ingin memberikan pelajaran dan pengalaman yang menyenangkan. Diharapkan dengan adanya field trip, murid mampu mengingat dan merekam semua kejadian selama field trip, kemudian dikaitkan dengan pelajaran sekolah. Salah satu satu tempat di Bogor yang bisa menjadi salah satu tempat wisata untuk anak-anak sekolah adalah kampoeng horta

Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan siswa di taman wisata ini, diantaranya :membuat boneka horta, membuat telor asin, ekosistem sawah, bermain dengan kelinci. Semoga dengan kegiatan ini para peserta didik dapat mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat dan menyenangkan.

  1. TUJUAN KEGIATAN

Adapun tujuan kegiatan Field Trip ini antara lain:

  1. Menghidari murid dari rasa bosan belajar di kelas dan mengajak murid untuk refresing sejenak dari kegiatan belajar di sekolah.
  2. Memberikan pelajaran dan pengalaman yang menyenangkan
  3. Murid mampu mengingat dan merekam semua kegiatan selama Field Trip, kemudian dikaitkan dengan pelajaran sekolah.
  4. Menambah pengalaman dan pengetahuan semua peserta terutama dalam hal keterampilan.

 

Thursday, 05 December 2019 08:29

National Batik Day

Jakarta (2 Oktober 2019), SMPIT Ar Rahman mewajibkan seluruh siswa dan dewan guru serta staf memakai baju batik, dan melakukan foto bersama di lapangan, seluruh peserta mengucapkan selamat hari batik nasional.

 

SEKILAS INFO BATIK NASIONAL

         Sejarah Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tahunnya pada 2 Oktober, berawal saat batik masuk dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Tak-benda United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) tahun 2009 lalu. Hari Batik Nasional tahun ini dirayakan pada Rabu (2/10/2019).

        Kementerian Dalam Negeri mengimbau seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk menggunakan baju batik pada Hari Batik 2 Oktober. Sejarah Hari Batik Nasional diinisiasi ketika batik diakui pada saat sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi, sembilan tahun lalu, 2 Oktober 2009. Agenda yang diselenggarakan UNESCO ini mengakui batik, wayang, keris, noken, dan tari saman sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia oleh UNESCO (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).

Pengakuan dari UNESCO ini adalah alasan masyarakat Indonesia menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Sejarah batik Indonesia dimulai saat masa Majapahit Batik merupakan kain yang dilukis dengan cairan lilin malam menggunakan alat bernama canting dan menghasilkan pola-pola tertentu pada kain. Kata batik dirangkai dari kata ‘amba’ yang berarti kain yang lebar dan kata ‘tik’ berasal dari kata titik. Artinya, batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar sedemikian rupa sehingga menghasilkan pola-pola yang indah.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Jawa Barat, awalnya, batik hanya digunakan untuk pakaian raja, keluarga kerajaan, para pekerja di dalam kerajaan. Karena pekerja di kerajaan tinggal di luar keraton, mereka sering membawa pekerjaan membatik ke luar kerajaan. Oleh karena itu, tak lama kemudian banyak masyarakat yang meniru membuat batik. Awalnya, kegiatan membatik ini hanya dikerjakan oleh perempuan saja untuk mengisi waktu senggang lalu berkembang menjadi pekerjaan tetap perempuan pada masa itu. Saat ini, membuat batik dapat dilakukan oleh siapa saja.

Dalam Sejarah Batik Indonesia dituliskan, sejarah pembatikan di Indonesia sudah dimulai pada masa kerajaan Majapahit. Pengembangannya kemudian berlanjut di masa kerajaan Mataram, lalu kerajaan Solo dan Yogyakarta. Namun, dulu kerajinan batik hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan atau priyayi, tidak untuk masyarakat biasa.

Bukti bahwa kerajaan Majapahit yang pertama kali menerapkan batik di Indonesia ada pada sisa-sisa peninggalan batik yang ada di wilayah Mojokerto dan Bonorowo (sekrang Tulungagung) yang merupakan bekas wilayah kerajaan Majapahit. Baca juga: Pemerintah Imbau Pemakaian Batik di Hari Batik Nasional 2 Oktober Batik juga mulai dikenal oleh masyarakat luar negeri sejak diperkenalkan Presiden Kedua Indonesia, Soeharto pada pertengahan tahun 80-an dengan memberikan batik sebagai cinderamata bagi tamu-tamu negara. Tak hanya itu, Presiden Soeharto juga mengenakan batik saat menghadiri konferensi PBB yang membuat batik semakin terkenal.

Sejak pengukuhan batik menjadi warisan budaya Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009, perkembangan batik di Indonesia makin pesat. Berbagai macam batik dengan motif-motif baru serta corak dengan warna yang lebih menarik semakin bertambah. Pada awal kemunculannya, motif batik terbentuk dari simbol-simbol yang bernuansa tradisional Jawa, Islami, Hinduisme, dan Budhisme. Seiring dengan perkembangan teknologi, pembuatan batik pun juga tidak terbatas dengan menggunakan canting atau biasa disebut batik tulis.

Batik cap yang dibuat menggunakan cap atau alat semacam stempel muncul untuk mempercepat waktu pembuatan batik. Namun, batik cap kurang dianggap memiliki nilai seni dan dihargai dengan murah dibandingkan dengan batik tulis. Seiring dengan berkembangnya zaman, batik semakin lama mulai dikenalkan pada masyarakat biasa. Dalam makalah “Evolusi Batik Dahulu dan Sekarang,” Ismadi mengatakan pada sekitar akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19 batik mulai dikenal oleh masyarakat di luar keraton, dan hingga saat ini dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Indonesia memiliki beragam jenis batik, salah satunya adalah Batik Tiga Negeri (BTN).

Sesuai namanya, batik tiga negeri dibuat di tiga negeri atau daerah, yakni Lasem, Solo, dan Pekalongan. Harga batik tiga negeri cukup mahal karena proses pengerjaannya yang lama dan rumit. Kini, produksi batik jenis ini masih berlangsung tapi denyutnya makin melemah. Baca juga: Perayaan Hari Batik Nasional 2019 Akan Digelar di Jakarta & Solo Baca juga artikel terkait BATIK atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani (tirto.id - Sosial Budaya) Penulis: Yulaika Ramadhani Editor: Iswara N Raditya


Page 1 of 23

INFORMASI LEBIH LANJUT SEGERA HUBUNGI

SEKOLAH ISLAM TERPADU 
AR RAHMAN

Jl. Palem I No 45A, Rt 08/03,
Petukangan Utara,Pesanggrahan,
Jakarta Selatan

 

                    SDIT & SMPIT AR RAHMAN : 021 - 736 927 04
               TKIT AR RAHMAN                 : 021 - 736 909 48 

 : 0816 137 6877