Kami mencoba untuk menghimpun berbagai informasi yang memperkaya konten website ini. Mulai dari yang bersifat administratif, dokumentasi kegiatan, artikel hingga segala aktivitas di lingkungan SIT AR RAHMAN. 

ARTIKEL

ARTIKEL (3)

Tuesday, 12 January 2021 10:02

Sekilas Hari Batik Nasional

Written by

         Sejarah Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tahunnya pada 2 Oktober, berawal saat batik masuk dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Tak-benda United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) tahun 2009 lalu. Hari Batik Nasional tahun ini dirayakan pada Rabu (2/10/2019).

        Kementerian Dalam Negeri mengimbau seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk menggunakan baju batik pada Hari Batik 2 Oktober. Sejarah Hari Batik Nasional diinisiasi ketika batik diakui pada saat sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak-benda yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi, sembilan tahun lalu, 2 Oktober 2009. Agenda yang diselenggarakan UNESCO ini mengakui batik, wayang, keris, noken, dan tari saman sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia oleh UNESCO (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).

Pengakuan dari UNESCO ini adalah alasan masyarakat Indonesia menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Sejarah batik Indonesia dimulai saat masa Majapahit Batik merupakan kain yang dilukis dengan cairan lilin malam menggunakan alat bernama canting dan menghasilkan pola-pola tertentu pada kain. Kata batik dirangkai dari kata ‘amba’ yang berarti kain yang lebar dan kata ‘tik’ berasal dari kata titik. Artinya, batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar sedemikian rupa sehingga menghasilkan pola-pola yang indah.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Jawa Barat, awalnya, batik hanya digunakan untuk pakaian raja, keluarga kerajaan, para pekerja di dalam kerajaan. Karena pekerja di kerajaan tinggal di luar keraton, mereka sering membawa pekerjaan membatik ke luar kerajaan. Oleh karena itu, tak lama kemudian banyak masyarakat yang meniru membuat batik. Awalnya, kegiatan membatik ini hanya dikerjakan oleh perempuan saja untuk mengisi waktu senggang lalu berkembang menjadi pekerjaan tetap perempuan pada masa itu. Saat ini, membuat batik dapat dilakukan oleh siapa saja.

Dalam Sejarah Batik Indonesia dituliskan, sejarah pembatikan di Indonesia sudah dimulai pada masa kerajaan Majapahit. Pengembangannya kemudian berlanjut di masa kerajaan Mataram, lalu kerajaan Solo dan Yogyakarta. Namun, dulu kerajinan batik hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan atau priyayi, tidak untuk masyarakat biasa.

Bukti bahwa kerajaan Majapahit yang pertama kali menerapkan batik di Indonesia ada pada sisa-sisa peninggalan batik yang ada di wilayah Mojokerto dan Bonorowo (sekrang Tulungagung) yang merupakan bekas wilayah kerajaan Majapahit. Baca juga: Pemerintah Imbau Pemakaian Batik di Hari Batik Nasional 2 Oktober Batik juga mulai dikenal oleh masyarakat luar negeri sejak diperkenalkan Presiden Kedua Indonesia, Soeharto pada pertengahan tahun 80-an dengan memberikan batik sebagai cinderamata bagi tamu-tamu negara. Tak hanya itu, Presiden Soeharto juga mengenakan batik saat menghadiri konferensi PBB yang membuat batik semakin terkenal.

Sejak pengukuhan batik menjadi warisan budaya Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009, perkembangan batik di Indonesia makin pesat. Berbagai macam batik dengan motif-motif baru serta corak dengan warna yang lebih menarik semakin bertambah. Pada awal kemunculannya, motif batik terbentuk dari simbol-simbol yang bernuansa tradisional Jawa, Islami, Hinduisme, dan Budhisme. Seiring dengan perkembangan teknologi, pembuatan batik pun juga tidak terbatas dengan menggunakan canting atau biasa disebut batik tulis.

Batik cap yang dibuat menggunakan cap atau alat semacam stempel muncul untuk mempercepat waktu pembuatan batik. Namun, batik cap kurang dianggap memiliki nilai seni dan dihargai dengan murah dibandingkan dengan batik tulis. Seiring dengan berkembangnya zaman, batik semakin lama mulai dikenalkan pada masyarakat biasa. Dalam makalah “Evolusi Batik Dahulu dan Sekarang,” Ismadi mengatakan pada sekitar akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19 batik mulai dikenal oleh masyarakat di luar keraton, dan hingga saat ini dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Indonesia memiliki beragam jenis batik, salah satunya adalah Batik Tiga Negeri (BTN).

Sesuai namanya, batik tiga negeri dibuat di tiga negeri atau daerah, yakni Lasem, Solo, dan Pekalongan. Harga batik tiga negeri cukup mahal karena proses pengerjaannya yang lama dan rumit. Kini, produksi batik jenis ini masih berlangsung tapi denyutnya makin melemah. Baca juga: Perayaan Hari Batik Nasional 2019 Akan Digelar di Jakarta & Solo Baca juga artikel terkait BATIK atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani (tirto.id - Sosial Budaya) Penulis: Yulaika Ramadhani Editor: Iswara N Raditya

SMP IT Ar Rahman Megucapkan selamat hari raya Idul Adha 1440 Hijriyah, 

Pada hari / tanggal Senin, 4 Agustus 2019 SIT Ar Rahman mengadakan acara Pemotongan hewan Qurban, hewan yang ada berupa sapi 3 ekor, dan di bagikan 300 rumah, dalam kegiatan ini SIT mengajak Anak anak SMP, SD dan Para Dewan Guru serta Karyawan SIT Ar Rahman.

 

Sit Ar Rahman mendukung program pemerintah utk mendistribusikan daging hewan qurban dng menggunakan besek, A Y O O O   GO   GREEN...

 

 

*IBADAH QURBAN*

بسم الله الرحمن الرحيم 
الحمد الله و صلاة و سلم على رسول الله و على أله و أصحابه ومن تبعهم بإحسان الى يوم القيامة أما بعد

Di bulan Dzulhijjah ini, banyak sekali ibadah. Baik ibadah besar seperti haji atau berqurban, ataupun ibadah ringan seperti berdzikir.

Adapula ibadah yang diajarkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan sabda dan praktik langsung.

Di antara ibadah yang dilakukan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam secara langsung adalah ibadah qurban. Ibadah qurban, langsung dicontohkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Shahābat Annas bin Mālik radhiyallāhu ta'āla 'anhu dalam hadīts yang diriwayat Al Bukhāri dan Muslim menceritakan.

ﺿَﺤَّﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺑِﻜَﺒْﺸَﻴْﻦِ ﺃَﻣْﻠَﺤَﻴْﻦِ ﺃَﻗْﺮَﻧَﻴْﻦِ ﺫَﺑَﺤَﻬُﻤَﺎ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻭَﺳَﻤَّﻰ ﻭَﻛَﺒَّﺮَ ﻭَﻭَﺿَﻊَ ﺭِﺟْﻠَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺻِﻔَﺎﺣِﻬِﻤَﺎ

_"Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berqurban dengan dua ekor kambing yang putih kehitaman (bercampur hitam pada sebagian anggota tubuhnya) dan bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan Beliau sendiri. Beliau mengucapkan Bismillāh serta bertakbir dan meletakkan kaki Beliau di badan kedua hewan tersebut."_

(Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri dan Muslim)

Pada hadīts ini kita tahu bahwa Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengajarkan langsung ibadah qurban ini.

Hukum ibadah qurban ini diperselisihkan oleh para ulamā, ada yang mengatakan wajib, ada yang mengatakan sunnah muakadah. Apapun itu hukumnya, hendaknya kita berusaha untuk berqurban ketika kita memiliki keluasan rejeki.

Dan Alhamdulillāh, untuk ikut berqurban tidak harus mahal. Dengan uang di bawah satu juta, kita bisa mendapatkan hewan yang mencukupi. Bahkan diprogram cinta sedekah, dengan uang 850 ribu seorang sudah ikut andil di dalam ibadah ini.

Dengan uang sebesar itu, dia akan mendapatkan kambing betina yang sah untuk diqurbankan, karena untuk. berqurban tidak diharuskan kambing jantan.

Dan batas usia minimal hewan qurban berbeda-beda. Ada pun hewan domba (kambing yang berbulu keriting berwarna putih) batas usia minimalnya adalah 6 bulan dan itu lebih murah daripada domba yang tua dan besar. Sehingga bagi yang tidak memiliki uang banyak, masih bisa ikut andil dalam ibadah ini.

Yang perlu diperhatikan!

Dalam ibadah qurban yang terpenting adalah mengalirkan darah dalam rangka beribadah.

Di sinilah sisi ibadah terbesar dalam ibadah qurban (bukan dagingnya) walaupun di dalam dagingnya juga ada nilai ibadah, baik untuk dihadiahkan atau disedekahkan untuk orang lain.

Akan tetapi nilai ibadah terbesar dalam ibadah qurban ini adalah pengaliran darah tersebut, karena mengalirkan darah atau menyembelih ini adalah ibadah yang besar.

Para jinn pasugihan atau yang semisalnya, mereka sangat senang apabila manusia-manusia yang tertipu dengan tipu dayanya menyembelih hewan dan mempersembahkan darahnya untuk mereka.

Jinn-jinn tersebut tidak tertarik dengan daging ayam cemani, namun mereka suka apabila ada orang yang menyembelih ayam dan mempersembahkan darahnya.

Karena mengalirkan darah ini merupakan ibadah yang agung. Maka barang siapa yang menyembelih sesuatu dalam rangka beribadah kepada selain Allāh, dalam rangka menundukkan dirinya, merendahkan dirinya, menghinakan dirinya kepada selain Allāh, maka dia telah mendapatkan laknat dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

"Siapa yang menyembelih dalam rangka beribadah kepada selain Allāh, dia mendapatkan laknat.”

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

لعن الله من ذبح لغير الله

_"Allāh melaknat seorang yang menyembelih untuk selain Allāh.”_

Sahabat Bimbingan Islām.

√ Belajarlah untuk menyembelih kambing.

√ Belajarlah untuk menyembelih sapi.

Belajarlah menyembelih!

Dan ketika itu, hadirkanlah rasa peribadahan kepada Allāh. Rasakan bahwa Allāh sedang menyaksikan anda menyembelih hewan qurban anda dengan mengucapkan, "Bismillāh….. Allāhu Akbar," goreskan pisau yang ada di tangan anda yang sudah anda asah dengan tajam. Goreskan dengan cepat di lehernya, sehingga sang hewan tidak merasakan penyiksaan.

Dan kemudian yang perlu diingat oleh kita semuanya adalah Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ

_"Daging-daging kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhāan) Allāh, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya."_

(QS. Al Hajj: 37)

 

Allah subhanahu wa ta’ala mensyariatkan qurban. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (163) }

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (QS Al-An’am: 162-163)

 

 

                                                   *B E R Q U R B A N ITU M E M B A H A G I A K N*

Thursday, 10 August 2017 11:37

Dongeng di Pekan Budaya dan Bahasa Indonesia

Written by

Tidak ada batasan usia yang ketat mengenai kapan sebaiknya anak dapat mulai diberi dongeng. Untuk anak-anak usia prasekolah, dongeng dapat membantu mengembangkan kosa kata.

INFORMASI LEBIH LANJUT SEGERA HUBUNGI

SEKOLAH ISLAM TERPADU 
AR RAHMAN

Jl. Palem I No 45A, Rt 08/03,
Petukangan Utara,Pesanggrahan,
Jakarta Selatan

 

                    SDIT & SMPIT AR RAHMAN : 021 - 736 927 04
               TKIT AR RAHMAN                 : 021 - 736 909 48 

 : 0816 137 6877